Pemerintah Arab Saudi memberikan kesempatan kepada umat muslim diseluruh dunia termasuk Indonesia untuk dapat melaksanakan ibadah haji tanpa perlu antri. Kerajaan Arab Saudi bahkan memberikan kuota merata pada setiap Negara untuk datang ke Baitulloh. Haji ini tidak tergolong Haji khusus (dulu ONH Plus) ataupun Haji Reguler. Bagi yang akan melaksanakan Haji Furoda haruslah memiliki visa khusus yang dinamakan Visa Furoda, atau Visa Mujamalah. Visa ini adalah Visa mandiri yang dibuat secara resmi oleh pemerintah Arab Saudi. Haji Furoda adalah istilah yang telah lama digunakan oleh para penyenggara haji. Apabila dilihat dari bahasa Arab adalah Munfarid, yang berarti perorangan. Kata Munfarid dijadikan jamak ( berjumlah banyak) menjadi Furoda. Biasanya yang menggunakan jalur ini adalah para  pejabat pemerintahan, DPR, Pejabat Negara sampai dengan presiden. Masyarakat yang belum paham dan tidak mengetahui program ini sering beranggapan bahwa haji ini tidak resmi, illegal. Harga layanan Furoda ini tentu saja tidak murah. Tetapi dengan melihat fenomena yang ada saat ini bahwa peminat untuk naik haji meningkat,otomatis daftar tunggu untuk Haji akan semakin panjang, haji regular saja sudah sampai dengan tahun 2028 sedangkan haji khusus sampai tahun 20214. Maka tawaran untuk Haji Furoda membawa kebahagiaan bagi jamaah yang sudah sangat rindu untuk beribadah kerumah ALLAH.

“apabila visa bisa didapatkan tahun ini maka jamaah bisa langsung berangkat tahun ini juga tanpa harus menunggu lama…..”

BAGAIMANA CARA MENDAPATKAN VISA FURODA?

Keistimewaan jamaah yang bisa mendapatkan Visa furoda ini adalah apabila visa bisa didapatkan tahun ini maka jamaah bisa langsung berangkat tahun ini juga tanpa harus menunggu lama. Selain itu fasilitas yang didapatkan pastinya lebih baik dari haji regular. Karena Visa ini diterbitkan oleh Pemerintah Arab Saudi maka biaya dan penentuan disetujui atau ditolak ada pada Kewenangan kerajaan Arab Saudi.

Pada pelaksanaannya Haji visa furoda ini ada diluar Kementrian Agama RI maka apabila berminat mendapatkan visa furoda , Oleh karena itu ada beberapa tips yang jamaah harus ketahui untuk mendapat visa Haji Furoda ini :

  1. Memilih travel haji yang sudah terverifikasi atau resmi memiliki ijin dari Kementrian Agama sebagai penyelenggara haji.
  2. Memastikan bahwa travel haji memiliki kontrak kuota dengan pemerintahan Arab Saudi. Karena kontrak ini adalah jaminan anda mendapatkan kuota visa furoda.
  3. Tidak begitu saja mempercayai travel haji yang langsung meminta pelunasan diawal untuk melaksanakan haji furoda ini.
  4. Memastikan mekanisme yang diatur travel haji tersebut jelas dari awal sampai visa terstempel dan dana aman sampai dengan tahap ini.
  5. Anda harus membuat MOU (perjanjian dengan pihak travel) bahwa apabila visa tidak disetujui dana anda bisa kembali.

Sementara itu untuk dokumen yang harus disiapkan kurang lebih sama dengan pengurusan visa umroh atau haji lainnya. Syarat pendaftaran yang pada umumnya diminta oleh travel haji adalah:

  1. Uang muka
  2. Paspor yang masih berlaku tidak kurang dari 1 tahun sebelum jadwal keberangkatan
  3. Nama Paspor minimal 3 kata, karena apabila kurang harus mengurus lagi dengan menambah satu kata.
  4. Foto berukuran 4×6 berwarna, latar belakang putih
  5. Fotokopi KTP dan Akta lahir untuk peserta anak-anak
  6. Fotokopi KK dan buku nikah bagi suami istri.
  7. Buku kuning suntik Meningitis.
  8. Waktu pelunasan biasanya ditentukan travel haji
  9. Sisa pembayaran biasanya bisa dicicil paling lama 1 minggu setelah visa jadi.
  10. Harga bisa berubah sesuai nilai tukar rupiah.

BIAYA DAN FASILITAS HAJI FURODA

Biaya haji furoda ini beragam karena disesuaikan dengan fasilitas yang diberikan oleh travel haji dan juga nilai tukar rupiah. Anda bisa memilih biaya paket sesuai dengan budget anda mulai dari $15.000 – $17.500. Untuk biaya $17.500 DP yang diminta sekitar 28,5 % atau sekitar $5.000. Tetapi semua kembali lagi pada travel haji yang anda pilih.

Biaya $17.500 dengan fasilitas ;

  • Hotel Makkah (*5)
  • Hotel Madinah (*5)
  • Apartment : menyesuaikan dari Masyair
  • Tenda Armina ber Ac:Maktab furoda 115 (VIP) 600 m ke Jamarat
  • Pesawat Saudi Airlines(SV) direct Madinah-Jedah
  • Visa Haji Furoda( Visa Mujamalah)
  • Ustadz pembimbing (dari Indonesia sampai dengan kembali ke Indonesia)
  • Muthowif sesuai sunah yang berpengalaman
  • Eksekutif longue Soekarno Hatta
  • Ziarah dan city tour Mekkah, Madinah dan Jedah
  • Makan menu Indonesia 3x sehari
  • Air zam-zam 5 liter
  • Bagasi 23 kg x2
  • Bus Ac selama perjalanan
  • Manasik haji sesuai sunah
  • Tiket pesawat Saudi
  • Airlines direct PP
  • Hotel Mekkah- Madinah quad/sekamar 4 orang ( bisa upgrade ke triple/double)
  • Handling Bandara Indonesia In Out
  • Buku Manasik haji
  • Free Tahalul

Haji furoda ini juga sarat dengan resiko walaupun praktiknya sudah dinyatakan legal, akan tetapi karena kuota bukan berasal dari pemerintah Indonesia melainkan dari Pemerintah Arab Saudi maka  pada pelaksanaan haji di tanah suci nanti jamaah haji furoda tidak bisa bergabung dengan misi haji dari Indonesia yang dipimpin Amirul haj. Hal- hal itu bisa diterima karena prosedur, tahapan, layanan serta biaya sudah berbeda.

Pemerintah Indonesia juga tidak bisa memberikan jaminan terpenuhinya hak- hak jamaah yang menggunakan visa mujamalah seperti pada jamaah regular atau haji khusus yang menggunakan visa resmi dari pemerintah, maka visa furoda bisa dianggap rentan.

Masyarakat agar bisa berhati –hati dan lebih teliti memilih berbagai macam tawaran pergi haji dari berbagai pihak. Berbahaya apabila yang dipakai bukanlah visa furoda tapi visa ziarah atau amil, karena banyak temuan dilapangan yang bahwa jamaah mengalami gagal berangkat, deportasi dan tidak merasa aman dan nyaman selama beribadah. Apabila tertangkap masalah dokumen oleh pihak yang berwenang di Arab Saudi maka jamaah akan mengalami kendala kepulangan dan kerugian material yang tidak sedikit.

Oleh karena itu mengacu pada   Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019, agar bisa memantau dan mengatur agar warga Negara Indonesia yang mendapat undangan berhaji mengunakan visa mujamalah harus berangkat menggunakan penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) atau yang dikenal dengan perusahaan travel yang terdaftar di Kementerian Agama.Agar pemerintah tahu dan bisa melakukan monitoring perlindungan jamaah haji.

Kemudian dalam hal penyelenggaraan, pelayanan dan apa saja yang terjadi dengan jamah haji furoda bukanlah menjadi tanggung jawab pemerintah melainkan orang atau perusahaan travel yang memberangkatkan. Hal terpenting lagi yang harus diperhatikan, diharapkan jamaah haji furoda selalu membawa dokumen penting milik mereka. Dan berharap kepada travel haji yang memberangkatkan furoda agar menyediakan dan melengkapi identitas jamaah dengan identitas dan nomor kontak penyelenggara yang bisa dihubungi.

Semua itu bertujuan melakukan usaha preventif apabila jamaah terpisah maka bisa kembali kerombongan , tapi jika tidak dibekali seperti itu maka proses pengembalian jamah bisa memakan waktu lama.

Semoga bermanfaat…