Sering mendengar atau menemukan istilah travel alert dan travel warning? Terutama jika terjadi konflik atau wabah penyakit di suatu negara, biasanya disaat itu kita sering mendengar istilah travel alert atau travel warning. Perbedaan mendasar antara keduanya terletak pada lama waktu berlakunya dan tingkat bahayanya.

“Perbedaan mendasar antara keduanya terletak pada lama waktu berlakunya dan tingkat bahanya”

Travel Alert

Berdasarkan US Departement of state, travel alert dikeluarkan pemerintah suatu negara agar warganya berhati hati saat ingin traveling ke suatu tempat. Travel alert biasanya berlaku dalam jangka waktu pendek (short term). Berikut beberpa contoh kondisi yang menyebabkan dikeluarkannya travel alert:

  • Adanya wabah penyakit di suatu negara
  • Demonstrasi besar besaran yang sedang terjadi di suatu negara
  • Terjadinya bencana alam dan dikhawatirkan terjadi bencana susulan
  • Kondisi hubungan bilateral kedua negara sedang memburuk
  • Dan lainnya.

Kondisi travel alert akan dicabut apabila dinyatakan sudah aman dan terus dilakukan evaluasi secara berkala.

Travel Warning

Sedangkan travel warning sendiri merupakan tingkat yang lebih tinggi jika dibandingkan oleh travel alert. Berbeda dengan travel alert yang berlaku dalam jangka waktu short term, travel warning biasanya memiliki jangka waktu yang lebih panjang. Risiko membahayakan jiwa dan keselamatan menjadi pertimbangan larangan tersebut. Maka dari itu traveler disarankan untuk tidak berkunjung ke negara dengan status “travel warning”. Berikut hal hal yang memicu terjadinya travel warning:

  • Kondisi pemerintahan tidak stabil
  • Memburuknya kondisi hubungan kedua negara atau banyak negara sekaligus.
  • Adanya kasus kejahatan yang sedang berlangsung
  • Adanya aktivitas serangan dari teroris
  • Sedang terjadi peperangan
  • Dan lainnya.

Status travel warning bisa dikeluarkan secara tiba tiba oleh suatu negara. Begitu pula soal pencabutan status travel warning, tidak ada Batasan waktu karena mengikuti perkembangan issue di suatu negara. Jika status travel warning sudah dicabut pun juga harus melalui penilaian dan pengamatan menyeluruh.

Peringatan travel alert dan travel warning memiliki dampak, terutama kepada negara yang diberi label. Selain mendapatkan pandangan buruk, negara yang memiliki status ini akan mengalami penurunan devisa dari berbagai sektor, terutama sektor pariwisata yang biasanya paling terdampak.